PENGGELAPAN UANG NASABAH OLEH BOS EMPIRE PALACE DI POLISIKAN KE MABES POLRI

0
53


METROPERS.COM (01/03/2018) Disinyalir menggelapkan uang nasabah Bos Empire Palace Sidoarjo Surabaya dikelompokkan ke dalam Bareskrim Mabes Polri oleh konsumen Ruko Empire Palace yang ada di Sidoarjo Surabaya Jawa Timur, didampingi Tim Yudifikasi Ormas Perjuangan Rakyat Nusantara (PERNUSA) Mereka beramai -ramai mengadukan ke Bareskrim Mabes Polri Jakarta atas kerugian dalam pembelian ruko 3 lantai yang saat ini tidak kunjung dibangun, maka para para sudah dibayar lunas dari tahun 2014 namun saat ini tidak ada kejelasannya.

Pasangan suami istri Pengembang yang disebut Chin Chin dan Gunawan Angka Widjaja dan ke ke Mabes Polri mereka berdua harus siap menghadapi hukum yang dimiliki oleh ratusan pembeli ruko tersebut, karena Saham terlapor melakukan penipuan dan penggelapan pada ratusan pembeli yang diperkirakan mencapai total 900 miliar rupiah.

Menurut Ketua Umum PERNUSA, Kanjeng Pangeran Norman Hadhinegoro, SE.MM adalah kasus penggelapan uang konsumen oleh pengembangan nakal seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, pemerintah harus mengambil langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi agar tidak lebih banyak lagi masyarakat yang menjadi korban palsu oleh pengembang pengembang nakal seperti Empire Palace, demikian pula pihak Kepolisian Republik Indonesia harus secepatnya menangkap dan mempercayai suami istri terlapor yang telah di dalam proses penggelapan uang masyarakat tersebut, karena ini nampaknya sudah buka lagi. Ruko di daerah Tangerang Banten, yang mana modus operandinya adalah jual dalam bentuk gambar yang cukup menggiurkan dengan harga yang murah, hal ini yang selama ini dibuat masyarakat terpancing untuk membeli properti yang sebetulnya belum dibangun itu,

Kanjeng Norman yang juga sudah mengutus Pengurus Surabaya untuk mengecek lokasi di Sidoarjo tersebut, melihat saat ini memang bangunan tidak bisa, hanya seonggok besi yang dicor, namun tidak ada kejelasan dalam penyelesaian ruko 3 lantai tersebut.

Hal yang sama juga semangat kooperator saat melapor ke Bareskrim Mabes Polri Jakarta Soedarmadi Wibisono yang juga anggota Pernusa Jawa Timur, menurutnya inilah kelemahan masyarakat yang selama ini tergiur dengan iklan-iklan yang ditawarkan oleh pengembang, memang bentuk bangunannya sendiri belum ada, satu- -gambar juga maket bangunan itu, agar para pelanggan tergiur untuk membeli dan investasi tidak dibangun, untuk keperluan kami rombongan konsumen dari Korban Penipuan pengembang Surabaya melapor langsung ke Bareskrim Mabes Polri agar yang bisa digunakan secepatnya untuk ditangkap dan diolah secara legal, agar tidak srmakin banyak korban lagi dan kami dari masyarakat korban pengembang nakal agar yang sudah terjawab itu uangnya, tegas Soedarmadi Wibisono.

Menurutnya rata-rata sudah mengangsur dari tahun 2012 dan lunas di 2014, seharusnya pada saat pelunasan itu mereka janji untuk saham kunci, pada pada saat ini tahun 2018 bangunan itu tidak juga selesai dibangun, hal inilah yang kita sudah tersipu oleh pengembang ini, paparnya. (Mnto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here