GERAKAN MAHASISWA BHINEKA TUNGGAL IKA GELAR DIALOG KEBANGSAAN DAN SERUKAN PENTINGNYA PERSATUAN.

0
43

METROPERS.COM, (11/07/2018)
Melihat permasalahan di Indonesia sudah sangat mengawatirkan bagi Mahasiswa, permasalahannya adalah isu Radikalisme, Terorisme, Intoleransi, permasalahan tersebut bisa mencederai nilai nilai pancasila, mencederai nilai nilai kebangsaan Indonesia. dalam acara dialog kebangsaan yang di adakan di bilangan Matraman, Jakarta Timur Rabu (11/07/2018).

Deklarator Gerakan Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika Gifari Shadad Ramadhan juga menegaskan Permasalahan tersebut jika tidak diselesaikan dan jika tidak kita cegah, maka ini akan mengganggu keutuhan Negara Indonesia.

Maka itu kami gerakan mahasiswa Tunggal Ika hadir sebagai konter gerakan radikalisme, terorisme dan Intoleransi tersebut.

“Gerakan Mahasiswa Tunggal Ika tersebut menjadi Garda terdepan untuk bagaimana bisa mengawal jalannya peradaban Indonesia dan juga pancasila sebagai Negara Persatuan Indonesia”, ujarnya.

Dalam kegiatan dialog kebangsaan ini juga sekaligus menjadi acara deklarasi Gerakan Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika. Dialog kebangsaan dihadiri berbagai narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Tampak hadir sebagai narasumber adalah Eko Sulistyo Deputi IV KSP
DR.Syaiful Rohim Ketum Formad Bhineka Tunggal Ika
Alif Nurlambang Aktivis Gerakan Indonesia Kita.

Menurut Ketum Fornas Mahasiswa Bhinneka Tunggal Ika Syaiful Rohim, ada kelompok-kelompok gerakan mahasiswa yang kemudian dibranding. Menurutnya, dirinya menyakini ada pola tanpa kesadaran atau design.

Kemudian, Indonesia yang telah didirikan oleh para ulama bahwa garuda ini masih dikembangkan oleh orang-orang Islam.

“Yang tetap menjaga Garuda Indonesia dulu berasal dari keturunan ulama (NU) dan kelompok Muhammadiyah yang menjadikan kesejahteraan berdirinya bangsa ini,” kata Syaiful.

Sementara itu Kepala Deputi IV KSP Eko Sulistyo, Pada saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan walaupun sudah satu dasawarsa reformasi berjalan, tantangan tersebut kalau diidentifikasi sesuai dengan Ketetapan MPR Nomor V/MPR/2000 tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional dan kondisi bangsa Indonesia saat ini. (manto)