WIWIN AGUSTINA ( WINA AYU KENCONO LARANG ) PERJUANGAN GENDER MELALUI FILM

0
85

 

METROPERS.COM, (02/08/2018)        Wiwin Agustina, yang memiliki nama panggung Wina Ayu KenconO Larang. Ingin memperjuangkan kesetaraan gender melalui Film. Seperti debutnya dalam film “Kasinem Is Coming”. Wiwin melakukan hal ini demi cita-cita besarnya membangun wanita indonesia agar lebih maju.

“Satu karna saya dibesarkan di theater ,yang kedua saya ingin mengajak bahwa bagaimana film Indonesia bisa memasuki kancah dunia dan kita terlibat,yang ketiga bagai mana kita mencintai produksi dalam negri dan yang ketiga marilah kita sama – sama menggelorakan cinta film Indonesia.” ujarnya.

Hal tersebut diungkapkan Wina disela-sela peluncuran perdana Film Kasinem Is Coming di Bogor Trade Mall BTM di kota Bogor pada rabu (01/08/2018).

Ada nilai yang ingin di sampaikan kepada masyarakat dalam film ini di kaitkan dengan kondisi hari ini khususnya dalam sudut pandangnya sebagai wanita.

“Dalam film kasinem is coming memang mengangkat isu gender tentang perempuan, dimana kasinem berangkat menjadi TKW ada dua pesan moral yang ingin disampaikan dalam film ini, yang pertama adalah kasinem ingin merubah nasib dengan pergi ke negri orang kita ingat pepatah orang tua mengatakan sabaik-baiknya hujan emas di negri orang masih nikmat hujan batu di negri sendiri dan yang ke dua adalah apapun yang kita lakukan tanpa restu seorang ibu,tanpa restu orang tua pasti akan mengalami hambatan seperti yang di alami oleh kasinem sendiri. Dia berangkat tanpa restu ibunya lantas disana dia tersia–siakan. Jadi apapun itu restu orang tua adalah yang utama.

Melihat kondisi wanita indonesia hari ini dan harapannya kedepan, Wina yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari partai PAN yang mengambil wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung dab Kabupaten Purworejo ini berharap agar kaumnya bisa berbenah diri agar tidak lagi diremehkan oleh lawan jenisnya.

“Para wanita lebih sering menggelorakan kok kami sering di lecehkan, kok kami sering merasa teraniaya tapi lupa untuk memperbaiki diri jadi saya pribadi yuk mari kita sama – sama kita berkata jadilah wanita hebat tapi jangan pernah melupakan kodrat”. Pungkasnya. (Manto)