PP AISYAH MENGANDENG KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP MENGADAKAN TRAINING OF TRAINER MASALAH SAMPAH

0
27

METROPERS.COM, JAKARTA,(03/08/2018)

Dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Kewajiban manusia sebagai khalifah di bumi adalah dengan menjaga dan mengurus bumi dan segala yang ada di dalamnya untuk dikelola sebagaimana mestinya.

LLHPB PP “AISYIYAH” bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan pelatihan Training of Trainer (TOT) dengan tema “Membangun Gerakan Perempuan Dalam Pengurangan Gerakan Sampah” yang dilaksanakan di Amazing Riverside Hotel Jln. Suroso No.14 Gondangdia Jakarta Pusat, Jumat (03/07/2018)

Rosa Vivien Ratnawati selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengatakan dalam sambutannya,”Saya sangat senang dan bersyukur isu sampah sekarang ini menjadi perhatian banyak pihak. Saya selaku orang yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah secara nasional saat ini memiliki banyak kawan dalam menyelesaikan persoalan sampah, khususnya sampah plastik. Yang lebih membanggakan ternyata ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi keagamaan Aisyiyah Muhammadiyah yang hadir disini, ikut pula berperan aktif membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan sampah yang tergolong seriua dan kompleksini.”Ujarnya.

“Berdasarkan data KLHK, jumlah timbunan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang perhari sebesar 0,7 kg. Jumlah timbunan sampah rata-rata harian dikota metropolitan (jumlah penduduk 1 juta jiwa) dan kota besar (jumlah penduduk 500 ribu-1 juta jiwa). Dan paling dominan dihasilkan di Indonesia sampah organik.”tambah Dirjen menjelaskan dalam sambutannya.

“Saya berharap kegiatan Training Of The Trainer (TOT) dapat membangun gerakan publik dalam pengurangan sampah di sumber melalui penerapan prinsip 3R dan sekaligus langkah meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kepedulian masyarakat khususnya warga Muhammadiyah, dengan melakukan pendekatan keagamaan khususnya agama Islam dengan mengamalkan salah satu prinsip kebersihan.”pungkasnya.

Terkait dengan permasalahan sampah, terutama sampah plastik harus menjadi focus utama karena sampah terutama sampah plastik berdampak sangat serius karena sampah plastik merupakan bahan yang tidak mudah terurai secara alami sampai ratusan tahun sehingga dapat mencemari dan merusak ekosistem tanah dan air. Fakta menunjukkan bahwa jumlah sampah plastik di tanah air mencapai pertahun dan terus bertambah 65 juta ton pertahun Sementara sampah tersebut tidak bisa terurai sampai ratusan tahun.

Untuk itulah pada tanggal 5 Mei 2018, telah di deklarasikan komitmen untuk melakukan gerakan pengurangan sampah kantong plastik sebagai budaya Islami. Gerakan ini akan di terapkan dalam berbagai kegiatan mulai dari anak – anak sampai dengan orang dewasa. Sedangkan pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman sepada seluruh komponen Aisyiyah di tanah air. Adapun TOT ini adalah salah satu kegiatan dalam membangun gerakan pengurangan sampah yang dilakukan bersama KLHK. (manto)