TRAINING OF TRAINERS (TOT) DIRJEN PENGELOLAAN SAMPAH, LIMBAH DAN BAHAN BERACUN BERBAHAYA KLHK DENGAN LPBI-NU

0
63

METROPERS.COM, JAKARTA (28/08/2018) Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Bekerjasama dengan PBNU Adakan Training of Trainer (TOT) Management Bank Sampah Berbasis Lingkungan, kepada 90 orang Perwakilan se-Jawa dan DKI Jakarta dari LPBI-NU.

“Berdasarkan data KLHK, jumlah timbulan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton /hari atau setara 64 juta ton /tahun,” kata Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, di Park Hotel, Jakarta Timur, Rabu (29/08/2018).

Menurut Rosa, jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang /hari sebanyak 0,7 kg maka jumlah timbulan sampah rata-rata harian di kota-kota metropolitan (jumlah penduduk >1 juta jiwa) dan kota besar (jumlah penduduk 500 ribu-1juta jiwa) masing-masing adalah 1.300 ton dan 480 ton.

Menurut data, dilihat dari komposisinya, jenis sampah yang paling dominan dihasilkan di Indonesia adalah organik (sisa makaan dan sisa tumbuhan) sebesar 60%, plastik sebesar 15% dan kertas sebesar 10%, sisanya terdiri dari logam, karet, kain, kaca dan lain-lain, sementara dari sisi sumbernya, yang paling dominan berasal dari rumah tangga 48%, pasar tradisional 24% dan kawasan komersial 9%, sisanya dari fasilitas publik, sekolah, kantor, jalan dan sebagainya.

“Jika sampah yang kita hasilkan tidak dikelola dengan baik dan benar maka akan menimbulkan dampak negatif (mudharat) bagi lingkungan hidup dan kesehatan manusia. Sampah dapat menjadi sumber pencemar dan perusak lingkungan hidup karena dapat mencemari sungai, air, tanah dan udara,” ujar Rosa.

Dengan adanya Training of Trainer (TOT) , Rosa berharap peserta nanti ketika kembali ke daerahnya masing-masing dapat membagi dan mengembangkan pengetahuannya ke masyarakat di daerahnya masing-masing.

Sementara itu, Ketua LPBI-NU Moh. Ali Yusuf menyambut baik kegiatan Training of Trainer (TOT) tersebut,” kami LPBI-NU, maka kita tertarik untuk bagaimana pengelolaan sampah yang benar dan baik, agar sampah tersebut tidak hanya menumpuk akan tetapi bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Dan harus bisa memanfaatkan moment dan proses pembelajaan di Lingkungan masing masing.
Sampah jika di kelola secara baik dan benar, bisa menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomis. (Manto)