ENZORO WE RUN BERSAMA KOMUNITAS LARI LONG DISTANCE ADAKAN WORKSHOP BASIC CORE EXERCISE FOR RUNNERS

0
54

METROPERS.COM ,(05/09/2018)            Bagi seorang pemula dalam olahraga lari, mungkin agak sedikit melelahkan untuk berlari meskipun hanya dalam jarak yang dekat dan medan yang tergolong mudah. Hal ini dikarenakan bagian tubuh belum selaras atau belum dapat menyesuaikan gerakan berlari sehingga rasa lelah akan lebih terasa. Untuk itu latihan sebelum berlari akan selalu membuat kamu lebih baik.

Enzoro We Run mengadakan workshop yang ke tiga kalinya dengan tema “BASIC CORE EXERCISE FOR RUNNERS”
Lutfi salah seorang Tim kreatif Enzoro mengatakan
dengan tujuan mengedukasi para pelari Pemula tentang olahraga itu apa, yang menurut ahli apa itu kesehatan, dan anggotanya sekarang kurang lebih 60 orang dengan berlatar belakang beragam profesi, karyawan, pilot dan lain-lain, dan tersebar di wilayah Jakarta. Acara ini dilaksanakan di Kolega Primedge, Equity Tower, SCDB, Jakarta, Rabu, (05/09/2018).

Latihan kekuatan termasuk dalam basic core. Pelari perlu melakukannya karena latihan kekuatan menguatkan otot dan sendi. Dengan otot dan sendi yang kuat, Pelari mampu berlari lebih lama, memperbaiki catatan lomba lari. dan mengurangi cedera.

Fikry Zoelfisyahrin selaku Profesional Runners mengatakan
Tujuan dasar core bagi pelari pemula untuk mengurangi cedera selama berlari.
ini dilakukan 3 bulan sebelum mulai lomba, terutama lomba marathon.

Tentu saja, latihan akan selalu membuat kita lebih baik. Sebelum mengikuti lomba lari manapun, latihan sangatlah wajib dilakukan. Dibutuhkan latihan yang tepat untuk meningkatkan performa lari secara efektif.

Nah jika pelari pemula akan mulai menekuni olahraga lari dalam waktu dekat ini, pelari harus mempersiapkan diri dengan latihan awal yang baik agar meminimalisir resiko cedera.

Latihan Nafas
Biarpun terdengar sepele, tapi latihan ini sangat baik untuk paru-paru yang dapat menampung kadar oksigen yang dibutuhkan dalam berlari dengan jumlah besar. Jadi ketika berlari kamu tidak akan mudah terengah-engah kehabisan nafas

Latihan Otot Dasar
Pertama-tama, buat pembiasaan tubuh terhadap aktivitas berat. Cukup lakukan push-up, sit-up, dan back up. Untuk push-up, lakukan dengan lengan yang sebisa mungkin menempel pada tubuh. Lakukan juga menggunakan otot dada serta perut, bukan hanya otot lengan, sehingga melatih otot pernafasan dengan membuatnya ikut berkontraksi. Jika kedua otot digunakan, bentuk pushup akan selalu sempurna hingga gerakan terakhir dengan tubuh yang separas dengan tanah. Sit-up dilakukan dengan menurunkan badan serendah mungkin tapi tidak sampai menyentuh lantai, dan kaki harus diganjal sehingga tidak bergerak. Back-up jugadilakukan dengan kaki yang diganjal, lalu naikkan tubuh bagian atas setinggi mungkin, dengan sudut elevasi yang ideal adalah 45 derajat dari permukaan.

Latihan Beban Otot Kaki
Selain pernafasan, otot yang kuat juga diperlukan untuk lari yang cepat. Lakukan beberapa gerakan dibawah yang dapat memberi beban pada otot-otot tertentu yang secara utama terpakai dalam lari, sehingga dapat memperkuat otot tersebut.
Lompat tangga, Putaran badan,
Streching Berbeban, Squat-Stand.

Latihan Utama: Lari Jarak Jauh
Setelah mempersiapkan tubuh dengan kekuatan kaki dan pernafasan, saatnya untuk membangun ketahanan tubuh dengan kegiatan lari berdurasi panjang. Caranya adalah dengan berlari sejauh-jauhnya dengan jarak yang dapat diatasi tubuh. Untuk pemula, setelah melakukan beberapa latihan diatas.

“Itulah tadi tips latihan awal untuk pelari pemula. Agar hasil yang maksimal, berlatihlah dengan fokus dan rutin. Setahap demi setahap beban dinaikkan agar mencapai target yang lebih baik lagi”, ujar Fikri

Salah seorang ibu rumah tangga Carla yang juga seorang anggota komunitas lari ini, bahkan sering melakukan lari di gunung .”Sejak Nopember 2015 saya sudah menekuni olahraga lari sampai sekarang, setelah melatih di suatu komitas lari ini yang di bawah label Enzoro dimana kita belajar dari pengalaman saja,” ujar ibu rumah tangga ini yang terlihat seperti seorang gadis saja.

Carla melanjutkan, semua proses belajar untuk lari kemudian mendalami sekarang masih aktif melakukan fitness untuk menguatkan otot aja.Pencapaian Carla ke depannya ingin lari untuk dapat meraih prestasi, “Berapa saya lakukan dengan amal yang kemarin terakhir di lakukan itu adalah dari Yogya ke Semarang 150 kilometer.

Kita mencari dana untuk anak-anak jadi ada 200 orang pelari yang ikut menyumbang dan dana yang terkumpul sekitar Rp. 1 Milyard lebih.Carla berlari sambil sosial bukan hanya untuk prestasi atau sehat saja tapi untuk berbagi atau olahraga sambil bersosial.” tambahnya (manto)