IINCE KE 2 MEMBUKA PELUANG PERAWAT KE LUAR NEGERI

0
16

METROPERS.COM,(28/11/2018

Posisi perawat dalam dunia medis tidak bisa dikesampingkan.
Kini dengan makin terjangkaunya layanan kesehatan, tentu tantangan bagi perawat semakin besar.

BMHS mengadakan
Indonesia International Nusing Conference and Exhibition (IINCE) yang ke 2 dengan Tema ” Innovation Leads The Future Nursing”, yang dilaksanakan di hotel Bidakara, Jakarta, 28-30 November 2018. Yang di ikuti oleh 300 peserta dari seluruh Indonesia.

Ketua Panitia IINCE 2018 dan Direktur BMHS Feddia Kamaruddin mengatakan saat ini perawat mengalami tantangan baik dari kualitas dan kuantitas, yang memengaruhi rumah sakit.
“Ketika rasio jumlah pasien dengan perawat tidak ideal, mutu praktik seorang perawat tidak bisa dijamin. Cukupi jumlah rasionya terlebih dahulu”, ujarnya dalam wawancara dengan media.

Mengenai kualifikasi, perawat yang bekerja untuk pasien, tentulah harus melalui pendidikan formal, minimal standar D-3 keperawatan. Di tahun depan, standar perawat dinaikkan lagi.
menjadi sarjana atau S-1 Perawat dan sertifikasi setelah melakukan pelatihan yang spesifik. IINCE adalah kancah untuk meningkatkan pengetahuan dan skill (para perawat kita untuk bersaing kerja di luar negeri), karena ini International yang pembicaranya dari dalam dan luar negeri.
Dalam ajang ini IINCE mengadakan Seminar, Workshop, Kompetensi dan Pameran.

Ditambahkan oleh Feddia ,”Semua itu adalah suatu usaha agar kinerja profesionalnya dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan ilmu dan teknologi maupun kebutuhan masyarakat secara nasional maupun global dan juga meningkatkan wawasan perawat tentang inovasi yang dapat dilakukan untuk memajukan masa depan keperawatan.”imbuhnya.

“Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin berkembang pesat menuntut seorang perawat memiliki kompetensi yang mumpuni dan diimbangi dengan pengetahuan yang baik, sehingga dapat merubah mindset seorang perawat menjadi profesional dalam memberikan asuhan keperawatan dan mampu mengisi peluang di nasional dan global.”tandasnya.

Ilmu yang didapat dalam pelatihan yang diberikan oleh pengajar yang didatangkan langsung dari Luar Negeri semoga dapat diterima oleh peserta perawat yang mengikuti pelatihan selama tiga bulan dan karena tenaga pengajar adalah dari luar negeri memberikan keahlian khusus. Komunikasi dengan berbagai bahasa semisal bahasa inggris dapat meningkatkan wawasannya juga apabila dapat bekerja di luar negeri secara profesional akan meningkatkan elektibilitas para perawat itu sendiri dan juga dapat meningkatkan perekonomian para perawat tersebut.”tutup Feddia mengakhiri keterangannya kepada awak media.(mnto)