CALEG DPRD DARI PARTAI HANURA SURYANTO MENSOSIALISASIKAN SURAT SUARA WARNA BIRU

0
85

METROPERS., COM, JAKARTA (10/02/2019)

Masa kampanye calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD serta pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden tinggal menyisakan kurang lebih 3 bulan lagi, sejak dimulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Dengan sisa waktu yang begitu mepet tersebut, membuat sejumlah peserta pemilu, gencar melakukan sosialisasi ke daerah pemilihan masing masing.

Dan tak terlewatkan juga Suryanto caleg dari anggota DPRD dari Partai Hanura melaksanakan Sosialisasi Surat Suara bersama warga di Jl. Anggrek Rt.01 Rw. 01 Senen, Jakarta-Pusat.
Yang mana kegiatan tersebut di dampingi Ketua DPC Partai Hanura Jakarta Pusat Rama Ruhjana dan Ketua RT.01 Wawan.

Ketika diwawancarai oleh media Suryanto, tidak ingin melewatkan masa kampanye dengan santai, tetapi gencar melakukan lawatan ke sejumlah tempat, guna menyerap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat menggunakan dana pribadi dan menyampaikan visi “Bersama Kita Bisa”, Caleg untuk Daerah Pemilihan 1 Jakarta Pusat dengan nomor urut 6 ini juga mengatakan  ” Saya ingin berkontribusi nyata untuk memastikan agar Pembangunan di DKI Jakarta ini dapat menyentuh persoalan mendasar dan mampu menghadirkan solusi yang baik dan menyeluruh”.tuturnya.

Ia juga menambahkan “Selama kita mengunjungi masyarakat, mereka menaruh harapan besar kepada kita, untuk lebih mempublikasikan visi dan misi seluruh caleg yang menjadi peserta pemilu, salah satunya lewat sosialisasi, karena secara jujur kami katakan, pemilu tahun ini lebih sulit dibanding tahun sebelumnya, sebab di dalam satu bilik suara, masyarakat diharuskan mencoblos 5 surat suara,” ungkap Suryanto kepada metropers, minggu (10/2/2019)

Untuk menghindari kesalahan mencoblos lanjut Suryanto yang aktif mengikuti organisasi tersebut, perlu dilakukan sosialisasi secara masif sampai ke lapisan masyarakat tingkat bawah, karena tugas menyukseskan pemilu, bukan hanya dilakukan KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu, tetapi bisa juga dilakukan oleh masing masing Partai Politik dan Caleg, karena di dalam surat suara tahun ini, memilih calon anggota Legisltaif tidak lagi disertai dengan foto dan gambar caleg yang bersangkutan, tetapi hanya tertera nama dan nomor urut.

“Kecuali memilih Presiden dan Wakil Presiden ada gambarnya, tapi kalau memilih caleg yang jumlahnya ratusan orang, pasti membuat masyarakat bingung untuk memilih, saran saya kepada KPU, mari perkuat sosialisasi ke tengah masyarakat seperti yang saya lakukan beberapa bulan ini, ternyata masih ada yang belum mengetahui tata cara mencoblos,” ujarnya.

Sementara itu, pada pemilu bulan April 2019 mendatang, masyarakat harus memahami warna kertas suara yang akan dicoblos, antara lain untuk memilih anggota DPRD Kabupaten dan Kota warna hijau, kertas suara warna biru untuk pemilihan anggota DPRD Provinsi, warna kuning memilih DPR RI, warna merah memilih DPD RI, sedangkan untuk calon Presiden dan Wakil Presiden kertas suara warna abu abu.

Dalam kesempatan itu Ketua RT 01 RW 01 Wawan yang juga sempat ditemui media memberikan keterangan,”bahwa sangat bagus program sosialisasi ini, dikarenakan masyarakat disini masih awam atau belom mengerti cara pencoblosan kertas suara warna biru.

Tentang sosok caleg Dprd yang baru  diharapkan bisa lebih banyak mengunjungi warga kami yang tidak mampu dalam ekonomi dan sosial seperti pendidikan, banyak disini anak anak putus sekolah dan tidak bisa melanjutkan nya, wawan juga menambahkan selama ini belom ada sosok Caleg yang mau turun ke bawah ,mendengarkan keluhan warga serta akrab bergaul langsung ke bawah -bawah seperti Pak Suryanto ini apalagi di rt 01 ini kebanyakan warganya sebagian besar berada di bawah garis kekurangan secara ekonomi,

Dan apabila nantinya sudah masuk Ke DPRD janjinya harus ditepati, jangan seperti caleg caleg sebelumnya yang hanya janji-janji belaka di saat kampanye, ” Jelas wawan.

Diakhiri dengan panggung musik dangdut yang semarak turut meramaikan acara itu dan warga berjoged bareng dengan Caleg Suryanto yang ikut berbaur Joged bersama warga yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga. (Lly)