BANYAKNYA INTIMIDASI DAN TEROR DALAM PEMILU 2019

0
194

METROPERS.COM, (25/03/2019)

Komunitas #KitaTidakTakut* mengadakan diskusi dengan Tema: Selamatkan Demokrasi “Melawan Segala Bentuk Intimidasi PolitiK yang diselenggarakan di Top Taste Resto & Cafe Jl. Raden Saleh I No.9, RT.2/RW.2, Kenari, Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, pada Senin, (25/3).

Hadir sebagai Pembicara antara lain ;
1. Arbi Sanit (Pengamat Politik Senior UI)

2. Laksda TNI (Purn) Soleman B.Ponto, ST (Eks. Kepala Badan Inteligen Strategis/BAIS).

3. Stanislaus Riyanta (Pengamat Intelijen dan Keamanan).

4. Karyono Wibowo (Analis Politik /Direktur Eksekutif IPI).

Acara ini juga dihadiri oleh kalangan mahasiswa,wartawan,
Pelajar, Anggota Ormas/ Partai dan para kaum mileneal.

Selain Pemilu sebagai salah satu instrumen demokrasi, momentum Pemilu juga menjadi salah satu penentu masa depan bangsa. Sayangnya, momen demokrasi ternodai oleh berbagai peristiwa intimidasi dan teror politik.
Varian intimidasi dan teror berbau politik kerap mewarnai kontestasi politik baik dalam pilkada maupun pemilu nasional.
Beragam intimidasi bermunculan menjelang pemungutan suara, dari peristiwa persekusi, ujaran kebencian, hoaks hingga teror dalam bentuk yang paling ekstrim.
Untuk itu, masyarakat didorong untuk tidak tunduk dan takut terhadap segala bentuk intimidasi dan teror.

Berbagai bentuk intimidasi dan teror tersebut jelas mengancam nilai-nilai demokrasi. Pemilu sebagai mekanisme demokrasi semestinya dilakukan dengan Luber, Jurdil, damai dan aman serta melindungi rakyat untuk memilih sesuai hati nurani.

Namun dengan banyaknya intimidasi dan teror yang dilakukan pihak tertentu, telah menimbulkan keresahan, rasa ketakutan dan kekhawatiran karena adanya ancaman.

Karyono Wibowo direktur IP menegaskan hari ini masyarakat sudah di suguhkan adanya peristiwa yang terjadi selama ini, agar masyarakat ketakutan, adanya peristiwa yang menggambarkan bahwa potensi ancaman yang dilakukan, dengan adanya beberapa peristiwa, misalnya peristiwa pembakaran mobil, sepeda motor di Jawa Tengah, Temanggung, Semarang hingga merambat ke Jawa Timur, lalu kemudian muncul juga di kawasan Senayan saat digelarnya debat Capres ke 2.

Ancaman intimidasi memang sangat berkorelasi dengan dengan momentum politik 2019 yang akan datang, ada beberapa cara yang paling halus misalnya yang mengancam kelompok tertentu, misalnya kelompok minoritas.

Yang menyedihkan ketika ada yang melaporkan intimidasi maupun teror, jawabannya tidak ada unsur pelanggaran kampanye, karena tidak diatur dalam proses pemilu, untuk itu demi tegaknya demokrasi masyarakat harus berani menolak intimidasi maupun teror, tegas Karyono.

Laksda TNI (Purn) Soleman B Ponto menjelaskan bahwa Presiden Soekarno menegaskan agar kita menjunjung tinggi asas musyawarah dan mufakat, namun saat ini berubah dengan pemilihan langsung, sehingga terjadi perebutan kekuasaan dengan saling menjatuhkan. Untuk itu lebih baik kita berpulang ke hati nurani kita, siapa yang akan kita pilih, lawan manipulasi, ya nggak baik harus Kita Lawan, kita tidak boleh takut, tegas mantan Kepala BAIS ini.

Politik jika menyangkut Sara ini sangat berbahaya, oleh karenanya setiap kita harus sadar bahwa ini adalah sebuah kompetisi.
Seperti bermain sepak bola, jika kalah dan menang saling menerima.
( Dalam Bawaslu sudah jelas tidak boleh ada isue SARA).

(manto)