ORGANISASI RELAWAN PROJOMAC LAPORKAN EGGI SUDJANA ATAS VIDEO PROVOKASI NYA YANG BEREDAR DI MEDSOS

0
198

 


METROPERS.COM (19/04/2019)

Eggi Sudjana kembali dilaporkan atas ucapannya tentang video provokasi masyarakat (people power). Kali ini, Eggi dilaporkan oleh organisasi Pro Jokowi Ma’ruf Center
( ProJOMAC )

Ketum Bidang Advokasi ProJOMAC DR.(C) Suriyanto. Pd.SH.MH.MKn bersama Sekjen dan pengurus dari ProJOMAC tiba di Bareskrim Mabes Polri sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam jumpa persnya Suriyanto mengatakan, “Kami melaporkan atas pernyataan people power yang dilakukan Eggi Sudjana. Saya selaku Ketua Bidang Advokasi, mengingatkan kepada tokoh bangsa ini agar yang menang jangan jumawa dan yang kalah jangan dendam, Mari kita bangun persatuan, NKRI harga Mati. Sehingga saya merasa berkewajiban untuk melaporkan Bapak Eggi,” Ujar Suriyanto Usai melaporkan kasus ini di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat(19/04/2019).

Tujuan laporan ini untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwasannya negara kita ini berjalan, tidak perlu adanya people power, kalau ada permasalahan hukum ada badan yang menanganinya yaitu mahkamah konstitusi, Saya tidak menyangka sebagai orang terpelajar Amin Rais dan Eggi Sudjana membuat pernyataan people power, karena negara kita negara hukum, negara punya aturan yang jelas, negara ini berjalan dengan demokrasi yang berkedaulatan rakyat.

Dalam kesempatan yang sama Sekjen Dari Projomac Jimmy menambahkan, “Tujuan besarnya kita Mau bangsa ini tetap aman sesuai konstitusi Pemilu yang dilakukan lima tahun sekali,jadi  jangan ada perpecahan, jangan Karna Pemilu saling bermusuhan tetapi harus saling berangkulan dan 01,02, tidak ada lagi, cebong kampret sudah Selena’s, yang ada tersisa adalah NKRI sambil menunggu hasil resmi dari KPU real count, siapa yang memenangkan  kontestasi dari KPU harus berangkulan pak Prabowo dan pak Jokowi datang duduk bersama, bersalaman ajak semua masyarakat berbaikan untuk mari  kita sama-sama bangun NKRI, ekonomi kita sedang baik “, jelas Jimmy.

Laporan ormas ini telah diterima dengan nomor STTL/266/IV/2019/Bareskrim tertanggal 19 April 2019. Ormas ini melaporkan Eggi dalam perkara Video Provokasi Masyarakat dengan pasal 160 KUHP.

Sementara itu Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian sebelumnya memastikan bahwa pihaknya tak akan menerbitkan izin kepada siapa pun yang hendak melakukan mobilisasi massa setelah hari pemungutan suara. Tito meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan pawai kemenangan sampai Ada perhitungan resmi dari KPU.

(Mnt)