RELAWAN JOKOWI TENTARA CYBER MUSLIM DAN MILITAN 34 BERI PERNYATAAN SIKAP UNTUK MENCABUT KEWARGANEGARAAN HRS

0
77

 


METROPERS.COM, Jakarta (21/05/2019)

Menyikapi permasalahan sebagai dasar tuduhan bohong atau hoax yang beredar dari sebelum sampai dengan berakhirnya pemilu  2019 terutama dalam hal pemilihan Presiden dan wakil Presiden periode 2019-2024, Koalisi Relawan Jokowi-Ma’ruf yang terdiri dari berbagai elemen menyikapi dan sangat prihatin atas kejadian tersebut.

Relawan Jokowi, Tentara Cyber ​​Muslim dan Militan 34, tantang Rizieq Shihab dan Amien Rais bemubahalah karena membuat gaduh masyarakat. Perihal memperbaiki kecurangan pada Pemilu 2019 yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Ketua Tentara Cyber ​​Muslim Jokowi, Diky Candra mengatakan, “Habieb Rizieq Shihab (HRS) maupun Amien Rais adalah tokoh yang terlibat, yang sering melontarkan tudingan bernada provokatif dan berita bohong terkait pemilihan. tanpa landasan bukti dan fakta.

Lebih jauh Dicky menjelaskan bahwa, jika  tidak dicegah dan tidak ditangkal, bisa membuat perpecahan umat dan perang saudara, seperti yang terjadi di Timur Tengah.

Dalam beberapa hari kami mengadakan sumpah Muhballoh dalam kaidah Islam untuk menunjukan Kebenaran yang sebenarnya, tetapi kalau bohong maka akan meninggal dunia dalam keadaan yang terhina, sampai sekarang pihak kubu 02 tidak menerima tantangan sumpah Muhballoh yang akan disaksikan MUI sesuai Kebenaran agama Islam”.tutur Dicky.

Tampak juga Ketua Militan 34 Prof Anwar Husin menyampaikan rencananya dalam waktu dekat ini,
Kami akan mengajukan surat permintaan kepada Presiden Jokowi supaya mencabut Pasport dan Kewarganegaraan Indonesia Habib Rizieq Shihab dengan alasan memprovokasi negara Indonesia dengan tuduhan kebohongan publik, walau secara ilmiah pun soal statmen kecurangan yang dilakukan kubu 01 adalah kebohongan, yang menimbulkan opini publik terhadap kemenangan Jokowi-Maruf Amin.

(Mnt)