JALIN SILAHTURAHMI ANTAR PENGURUS, YAYASAN KARYA BHAKTI RIA PEMBANGUNAN MERAYAKAN HUT KE-41 DAN HALAL BIHALAL

0
31

METROPERS. COM, JAKARTA (10/07/2019)

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi Pengurus dan Pimpinan Yayasan Karya Bhakti Ria Pembangunan menggelar  acara di Aula Tresna Werdha Ria Pembangunan, Rabu (10/7/2019).
Acara pertemuan  yang dilakukan selain  Halal Bi Halal Idul Fitri 1440 H juga untuk merayakan  HUT YKBRP yang  Ke-41.

Setelah acara sambutan diteruskan dengan memotong tumpeng oleh Ibu Milangoni Soebiakto Cakrawerdaya selaku Ketua dan doa untuk (alm) Ibu Tien Soeharto  dan pendiri Yayasan yang sudah berpulang serta doa keselamatan dan kesuksesan YKBRP oleh Bapak Abas.

Dilanjutkan dengan Peresmian patung ibu Tien Soeharto yang dibuat oleh Pak Yusman pada tahun 2017 yang diresmikan oleh Ibu Try Soetrisno serta pemberian sumbangan dari Ibu Harmoko dan Ibu Milangoni Subiakto.

Ketua Umum YKBRP, Ibu Milangoni Subiakto Cakrawerdaya saat wawancaranya dengan media mengatakan, ” Dalam acara silahturahmi yang diadakan ini ,setiap tahunnya kita masih bisa berkumpul dan bertemu dengan ibu-ibu pendiri dan pengurus, Ibu Milang berpesan kepada ibu-ibu yang masih muda agar bisa melanjutkan kegiatan-kegiatan selanjutnya dan berharap  kedepannya supaya ada perhatian dari Pemerintah saat ini  dan kita juga berharap sekitar 30% kamar yang kosong bisa terisi semua”, tutur Ibu Milangoni.

Kepala STW Ria Pembangunan Ns. Ibnu Abas menjelaskan, “saat ini STW sendiri memberikan pelayanan kepada 67 lansia telah menetap di Rusun Panti Werdha bentukan Kementrian PUPR di bawah naungan Yayasan Ria Karya Bhakti Pembangunan tersebut.

Rusunawa yang berada di Jalan Karya Bhakti ini memiliki 1 tower yang terdiri atas 3 lantai dengan tipe 24. Jumlah unit rusunawa tersebut sebanyak 90 hunian dengan dilengkapi ruang pengelola, ruang usaha, mushola, dan ruang serba guna.

Dari total 90 unit, lantai 1 terdiri atas 22 unit, sementara lantai 2 dan 3 masing-masing terdiri atas 34 unit. Setiap unitnya akan dihuni oleh seorang lansia. Masing-masing unitnya dilengkapi tempat tidur, lemari, sofa, meja tamu, kursi makan, dan meja makan,

Nah, bangunan yang kami miliki di luas tanah kurang lebih 1,8 hektare ini berusia 30 tahun, karena dibangun sejak 1984. Untuk kenyamanan dan keamanan lansia yang kami rawat, tentu kami harus melakukan inovasi atau pembaharuan dari gedung-gedung kami yang lama, Sehingga dirumuskan pada 2016, kami mendapatkan bantuan gedung tiga lantai berkapasitas 90 unit kamar dengan luas 24 meter persegi (m2),” ujarnya.

Ibnu juga menambahkan , ” Di sini membuktikan bahwa ada beberapa fasilitas-fasilitas yang harus terpenuhi dan berorientasi kepada keamanan, kenyamanan serta aksesibilitas bagi para lansia. Fasilitas lift, tangga untuk lansia, juga disediakan untuk kondisi darurat, misalnya seperti mati lampu atau bencana alam yang tidak mungkin mengakses lift untuk mereka yang memiliki keterbatasan atau menggunakan kursi roda dan sebagainya, Terkait keamanan dan kebutuhan lansia di dalam gedung, Ibnu menuturkan, pada setiap ruangan terdapat _hand rail_, yang dipasang untuk lansia agar dapat berpegangan. Selain itu, kebutuhan seperti ruang makan, ruang kegiatan serta ruang teater juga disediakan.

Kemudian di dalam kamar juga telah dirancang sedemikian rupa, mulai dari ventilasi udara yang relatif besar, daun pintu yang lebar, agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan proses evakuasi tidak sulit, hingga bagian tempat tidur furniturnya telah disetting agar tidak terlalu tinggi maupun pendek,  Sehingga para lansia bisa terfokus dalam ruangan dan bisa melakukan aktivtas seperti menonton bersama, mendengarkan musik, maupun untuk kebutuhan spiritual, CCTV 24 jam juga turut terpasang,” jelasnya.

Lebih lanjut Ibnu menerangkan  “Rusun ini merupakan percontohan pengelolaan rusun bagi para lansia di Indonesia. Karena, tidak hanya anak muda milenial yang perlu diperhatikan, lansia saat ini juga banyak kegiatannya yang perlu diperhatikan.

Mulai dari olahraga pagi, berkreasi dengan membuat karya seni, bermain musik serta ‘day care’ bagi para lansia yang berada di sekitar rusun juga ada.
Para werdha juga di ajarkan membuat barang barang kerajinan seperti tas, gantungan kunci, minuman tradisional, keset dari bahan bahan sisa, dll, ” Ujar Ibnu mengakhiri wawancaranya.

Direktur STW Ibu Tumbu Rahadi  Ramalan menerangkan ,” Tentang pengeluaran 1 orang werdha perbulannya sebesar Rp.4,2 juta (termasuk makan, minum, dokter, pelayanan, listrik,air dll), ada 5 orang werdha yang membayar dibawah 1 juta, ada 15 orang yang membayar dibawah 2 juta dan yang membayar 4,5 juta ada 11 orang untuk sisanya disubsidi yayasan , Untuk pemasukan rutin dari yayasan Dharmais, pemerintah hanya memberi perdayaan saja untuk 1x modal, dari Depsos tidak bersifat rutin, hanya kerja sama dengan universitas-universitas yang muridnya sedang magang untuk mendapat imbalan,  Ibu Tumbuh mengharapkan kedepannya agar persepsi negatif masyarakat dalam melihat kehidupan di panti yang kurang baik dapat dihilangkan, ” harapnya.

Ibu Nina Akbar Tanjung sebagai wakil Pembina juga  menjelaskan , ” Tujuan dari silaturahmi ini untuk senantiasa menumbuhkan _sense of belonging_, rasa memiliki dari semua kepedulian, kalau kita sama-sama kita peduli,akan indahnya bekerja, yang utama kita mencari dana karena maintenance kita besar, ” katanya.

Ibu Sri Harmoko yang juga sebagai Pembina mengatakan visi kita kedepan supaya yang muda-muda bisa meneruskan, kita sudah berpuluh-puluh tahun disini. Contohlah ibu Tien Soeharto yang visinya sangat tinggi sekali, kita lihat cita-cita beliau yang baik untuk bangsa ini, hargailah jasa pahlawannya, supaya bangsa ini semakin maju dan besar, contoh yang dibuat ibu Tien TMII yang dulu orang tidak peduli sekarang masyarakat ramai kesana, RS Harapan Kita Dharmais yang sekarang sebagai rujukan , Merasakan sejak dari muda kita sering bertemu di organisasi sampai tua sering berkumpul untuk berbuat sesuatu, merasakan untuk membina lebih baik, dengan harapan lebih bagus lagi” Tutup Ibu Sri .

Ibu Taty Hendropriyono sebagai wakil ketua YKBRP menceritakan ” Awalnya saya dulu menjadi pengurus di SOS (merawat anak-anak terlantar) yang sekarang masih dihuni 136 anak asuh, tinggal dalam satu rumah untuk 10 anak asuh yang agamanya sama. Pengurusnya satu orang untuk satu rumah dan pengurusnya benar benar yang mau mengabdi , saat ini Panti asuhan bukan hanya dihuni anak-anak terlantar namun juga menampung anak-anak dari korban bencana Alam gempa dan mendapat pendidikan dari tk hingga SMU/SMK, ” Ujarnya

Beliau juga  mengatakan dalam acara halal bihalal ini, meminta yang muda muda nantinya bisa menggantikan pengurus-pengurus yang sudah tua. Beliau juga berharap kepada masyarakat agar tergerak hatinya untuk berbagi dan peduli  kepada saudara-saudara yang tinggal di panti.

Masih di kesempatan yang sama, Ibu Ayu Basir Nurdin  SH, MH, MKn sebagai salah satu pengawas YKBRP menerangkan, “Tresna Werdha Ria Pembangunan adalah warisan dari karya ibu Tien Soeharto untuk memberdayakan ibu-ibu menteri era Pak Soeharto yang mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam organisasi dan mumpuni dalam ilmu untuk mendedikasikan apa yang dimilikinya sebagai sumbangsih pada masyarakat yang membutuhkan. Buktinya sampai saat ini di usia yang tidak lagi muda, ibu-ibu pembina maupun pengurus masih setia meluangkan waktunya untuk berbakti bagi nusa dan bangsa dalam mencerdaskan anak bangsa dan mengurusi oma-oma dan opa-opa di Sasana Tresna Werdha. Pengorbanan para pembina dan pengurus YKBRP sungguh luar biasa dan patut mendapat apresiasi,”

“Seiring waktu, dan dalam usia yang ke-41 YKBRP dapat lebih memberikan manfaat yang luar biasa terhadap kesejahteraan  Sasana Tresna werdha itu sendiri” Ujarnya.

Acara diakhiri dengan bernyanyi bersama yang diiringi oleh grup kolintang dan juga pemberian  doorprize.

(Manto)